Ada dua pagi yang mengejutkan sepanjang sejarah saya menjadi jurnalis Kompas Tekno. Pagi mengejutkan yang pertama adalah saat Yahoo (akhirnya) mem-PHK 2000 karyawannya. Dan pagi mengejutkan yang kedua, adalah hari ini, saat Facebook memutuskan mengakuisisi Instagram senilai 1 miliar dollar AS.
Kedua berita ini tampak tak berhubungan, namun, ada benang merah yang bisa ditarik, yakni isu akuisisi. Seperti diketahui sebelumnya, Koprol adalah jejaring sosial berbasis lokasi yang diakuisisi Yahoo Inc pada tahun 2010. Saya sempat mewawancara Satya Witoelar, pendiri Koprol saat perusahaan ini sedang bangga-bangganya diakuisisi. Bahkan Presiden SBY pun sempat mengungkapkan kebanggaannya terhadap akuisisi ini.
Berikut link-nya :
Koprol, Sebelum dan Sesudah Akuisisi dengan Yahoo
Kini, setelah Yahoo Inc memutuskan untuk mem-PHK 2000 karyawannya secara global, tim engineering Koprol sebanyak 29 orang pun ikut terpangkas. Mereka tak lagi dapat mengurusi Koprol, termasuk pendirinya, Satya.
Saya pun berkesempatan wawancara via telepon dengan Satya, seperti dikutip dalam berita ini :
Pendiri Koprol Tak Tahu Nasib "Anaknya"
Entah mengapa, sejak awal Koprol diakuisisi, timbul pertanyaan dalam benak saya :
1. Bagaimana rasanya melepaskan "anak" yang lahir dan besar dari tangan kita?
2. Bagaimana rasanya melihat "anak" kita diasuh orang lain?
3. Bagaimana rasanya, jika suatu hari mengetahui bahwa "anak" itu terancam tak bisa hidup lagi?
Tapi, mungkin saya saja yang terlalu "lebay" memandang akuisisi ini dan selalu berpikiran negatif. Padahal, akuisisi adalah hal yang biasa bagi industri teknologi. Sebelum Facebook mengakuisisi Instagram, sudah banyak contoh lainnya seperti :
Zynga Akuisisi Draw Something
Blackberry Akuisisi Paratek
Google Akuisisi Motorola Mobility
Microsoft Akuisisi Skype
Twitter Akuisisi Posterous
Akuisisi tentu dilakukan untuk menambah nilai perusahaan dan meraup keuntungan lebih besar. Kembali ke kasus Yahoo Inc, apabila Koprol dianggap tak lagi meningkatkan nilai perusahaan dan membantu menyelamatkan masa depan perusahaan, bukan tidak mungkin Koprol sebentar lagi akan "almarhum".
Lain halnya dengan Instagram. Jejaring sosial untuk sharing foto yang jaya di iOS lalu masuk Android ini, sebelumnya tak pernah menghasilkan uang sama sekali. Meski memiliki 30 juta pengguna di seluruh dunia, Instagram tak pernah menerima iklan maupun tidak menarik biaya apapun dari pengguna. Untuk mwndownload Instagram pun gratis.
Darimana karyawan Instagram bisa bertahan hidup? Instagram memiliki investor yang kuat. Keterangan tentang ini, bisa disimak dari tulisan saya berikut ini :
Kini Karyawan Instagram Lebih Mahal daripada Karyawan Facebook
Pada dasarnya Instagram tak pernah butuh uang. Tanpa diakuisisi Facebook pun, Instagram akan tetap hidup. Lalu mengapa pendiri Instagram menerima uang 1 miliar dollar AS dari Facebook dan rela melepaskan aplikasi yang mereka asuh selama hampir 2 tahun itu?
Dan Facebook, untuk apa membeli Instagram yang hanya digunakan oleh 30 juta orang? Sedangkan Facebook sendiri sudah memiliki lebih dari 800 juta pengguna di 200 negara?
Seperti diketahui, aktifitas pengguna Facebook paling banyak adalah berbagi foto. Sistem tag foto di Facebook sempat booming pada awal tahun 2005 hingga 2008. Ketika Instagram muncul di tahun 2010, banyak orang mulai menggunakan aplikasi ini untuk mengambil gambar, mengedit, lalu membagikannya di jejaring sosial, termasuk Facebook.
Keberadaan Instagram kemungkinan mengancam keberadaan Facebook. Jika Facebook berperan sebagai jejaring sosial untuk berbagi foto, maka jejaring sosial yang terus tumbuh seperti Instagram adalah saingan berat. Ditambah lagi, pengguna Instagram terus bertambah secara signifikan setiap tahunnya.
Alih-alih berkompetisi, Facebook memilih cara aman, yakni mengakuisisi. Apa jadinya, jika Facebook membeli Instagram hanya untuk mematikannya?
Semoga saya salah sangka.

2 comments:
Mbak Tenni, itu mengingatkan saya pada keputusan Twitter mengakuisisi Posterous, sebuah layanan blog via email. Pada siang itu, ketika Twitter mengumumkan penggabungan layanan tersebut dengan dirinya, banyak pengguna Posterous sedih. Sebagian marah. Sebagian lainnya -- dan ini hanya sedikit -- kegirangan. Malam harinya, WordPress menerima peningkatan jumlah impor dari Posterous sebanyak 250 persen. Itu peningkatan yang tinggi sejauh ini.
Saya khawatir, dengan Facebook membeli Instagram, akan ada banyak pengguna yang terluka, seperti halnya Twitter melukai anggota Posterous.
terima kasih telah mengunjungi blog saya dan membaca artikel ini. maaf baru balas :)
saya juga punya kekhawatiran yang sama. Tapi sampai saat ini saya belum tahu perkembangan selanjutnya soal instagram.
Post a Comment